Sabtu, 10 Mei 2014

Acara TV yang Masih Ngasih Makna!.




Udah lama banget nih nggak posting. Back to nature, biasa penyakit lama gue kambuh. Malesss akuttttttt. Sebagai gantinya gue mau posting beberapa deh. Nih salah satunya. Oh ya, gue harap kalian nggak merasa terganggu ya sama bahasa “lu-gue” yang gue pake, karena gue merasa lebih enak, nyaman aja mentransfernya ke dalam tulisan. Jadi ambil intinya aja.
  

Hey guy’s kali ini gue mau bagi cerita mengenai acara-acara di TV. Ya, nggak semuanya. Cuma beberapa yang biasa gue tonton. Untungnya diantara acara-acara nggak bermutu masih ada acara-acara yang ngasih makna. Tapi juga dengan cara menghibur. Kita tetep dapet arti dan juga bisa sambil ketawa-ketiwi.

Coba deh lu pikir!. Dari pagi sampe adzan maghrib bahkan sampe kita bangun lagi. Ada berapa acara yang bisa ngasih lu pengetahuan nggak cuma ngakak-ngakak aja. Cuma beberapa aja guy’s.
Contohnya kayak ILK (Indonesia Lawak Klub). Favorit gue disana tuh Cak Lontong sama Si Fitrop. Gilaaaakk tuh orang, dulu emaknya ngidam apa ya. Lucu gokillll. Disini kita disuguhkan mengenai suatu tema yang menjadi permasalahan dengan cara yang menghibur. Jadi kita membahasnya dengan cara yang menarik yang berisi pesan-pesan moral yang tersirat.

Ini pas ILK edisi Fasilitas (Mewah) Pejabat. Kata-kata Fitrop dia punya pernah punya pacar yang anak seorang anak pejabat. Pacarnya nggak mau pake mobil dinas orang tuanya, terus dia bilang dia bakal mutusin kalo tetep nggak mau dibawa. Yahh akhirnya pacarnya bawa mobil dinas deh buat nganterin dia, ehhh habis  itu mereka malah PUTUS. Karena ternyata bokap pacarnya, Pejabat Dinas Kebersihan dan Sanitasi gitu alias mobil tinja. Ahahahaaaa. Koplak parahhh nih orang atu. 

Kalo si Akbar, katanya dia dulu putih tetapi karena kerasnya kehidupan dia berubah warna. Terus katanya GUBERNUR diberi RUMAH, WALI KOTA diberi MOBIL lah RAKYAT cuma diberi TAU. Pejabat mobilnya banyak orangnya sedikit, kalo orang miskin mobilnya sedikit orangnya banyak.

Si Ronald membahas mengenai pejabat di Inggris yang naek kereta bahkan tanpa pengawal. Yahh, pejabat seharusnya bisa membedakan saat menjadi pejabat dan saat menjadi pribadi.

Disini Desta juga menyampaikan bahwa masih ada penduduk Indonesia itu hanya mempunyai penghasilan Rp. 200.000 per bulan.

Nah ini nih Cak Lontong. Katanya, dia survey 100 orang pejabat yang hidup sederhana, tapi tidak berhasil karena memang nggak ada. Terus selama 2 tahun survey akhirnya dapet, tapi bukan di Negara kita tapi di Negara lain. Jadi dia nggak jadi survey deh. Hahahahaaa. Bener-beneerrr nih orang.

Di akhir acara di tutup beberapa nasehat bijak, sekilasnya gini. “Pergunakan fasilitas sesuai batas, agar rakyat tidak cerdas memberontak.”. Sama “Calon pejabat berebut kursi, maka nanti jika disuruh berdiri harus siap berdiri karena itu bukan milik sendiri.”.

Ini menyiratkan bahwa pejabat seharusnya menjadi wakil rakyat yang bisa mewakili aspirasi rakyat. Fasilitas diberikan sebagai sarana untuk membantu bukan menjadi ajang menguras harta rakyat. Seharusnya mereka tau diri, mana saat menjadi pejabat mana saat dia hanyalah seorang pribadi.  Seperti ucapan Kang Deni bahwa pejabat harus memenuhi keinginan rakyat. “Rakyat ingin mobil, mereka (pejabat) ada mobil, rakyat ingin kaya mereka (pejabat) jadi kaya.”.

Malem sebelumnya mengenai superhero. Membandingkan antara superhero Indonesia dengan superhero Internasional. Dimana kita lebih kenal sama superhero Internasional itu. Bener juga sih, gue aja cuma kenal beberapa. Hehehe.

Gue inget bener si Fitrop ngomong kalo superhero Indonesia tuh lebih WOW. Buktinya aja si Ulil temennya si Komo, si Cat Woman bisa di deportasi karna gatal-gatal dan mendapat julukan wanita gatal hanya karena kena bulu si Ulil.

Kasihan si Akbar yang jadi Si Buta dari Gua Hantu, dia jealous banget sama superhero luar negeri yang punya kekuatan super, yang super teknologi dan ada juga yang berasal dari planet lain. Lah dia dari GUA. Gila gilaaaa. Ngakak-ngakak nggak habis-habis gue kalo nonton ILK. 

Udahan deh tentang ILK-nya, kita beralih ke acara yang formal yaitu Kick Andy. Kalian ada yang nonton Kick Andy edisi yang tayang 9 Mei 2014?. Nah kalo disini membahas mengenai tokoh utamanya pendidikan yaitu guru.

Disini dihadirkan beberapa  “pahlawan tanpa tanda jasa” tersebut. Ada bu Sara Hanafi yang ternyata telah mengajar sejak dia masih duduk di bangku SD. Sepertinya memang dari awal, dia sudah menyukai dunia didik-mendidik. Saat itu dia memang masih disuruh menggantikan gurunya yang terkadang tidak masuk. Tapi awal itu tak pernah berakhir, karena dia melanjutkan kuliahnya di bidang FKIP yang menjadikannya guru formal. Beliau menciptakan system peace post card. Yang menyuruh anak untuk mengaspirasikan pendapatnya mengenai perdamaian.

Sistem Simulasi Kesadaran Konstitusi dari seorang guru Kewarganegaraan yang dimainkan sekilas hampir mirip dengan permainan monopoli. Hanya saja sebagai pilihan dari Negara-negara diganti dengan pasal-pasal UUD. Ettt jangan salah disini juga da sanksi loh, tentu saja tetap sarat ilmu. Disini kita diberi sanksi, sperti menyanyikan lagu-lagu wajib atau daerah. Mengajarkan kita untuk mengekspresikan pendapat kita mengenai pasal-pasl tersebut.

Box ajaib bernama “Loker divergen” yang dapat dimanfaatkan sebagai alat permainan edukatif yang berisi berbagai macam permainan ini diciptakan oleh seorang guru TK bu Puji Rispati.

Lu sadar nggak sih, kalo kita nggak bakalan sampe seperti sekarang tanpa mereka. Kita selalu beranjak menuju tempat tertinggi pendidikan, tapi mereka tetap di bawah untuk selalu memulai mendidik. Coba kita balik ke SD, guru kita pas SD masih ada kok. Balik ke SMP dan SMA, guru kita pas SMP dan SMA masih dengan semangatnya mengajar. Hanya saja mereka beranjak semakin tua, sedangkan bangunan sekolah yang tampak lebih muda karena telah direnovasi disana-sini. Kita sudah jadi Sarjana, kita sudah mendapat pekerjaan yang lebih dari mapan tapi mereka tetap menjadi pribadi sederhana yang selalu ikhlas dalam memberi ilmunya.

Mari kita banyak-banyak bersyukur dan berterima kasih atas jasa “Sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Mohon selalu iringi langkah kami, semoga kami menjadi penerus cita-cita kalian membangun negeri ini dengan amanat. Terima kasih bapak dan ibu guru kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar